Pidie Jaya, 11 September 2022 — Departemen Pendidikan Matematika FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Aceh melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pelatihan Penyelesaian Soal PISA: Literasi dan Numerasi bagi Guru SMP Ulumul Quran Pidie Jaya.”
Pelatihan yang dilaksanakan pada Minggu, 11 September 2022 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru-guru dalam memahami serta mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang sejalan dengan standar internasional, khususnya yang berkaitan dengan Programme for International Student Assessment (PISA).
Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk memperkuat dua aspek utama dalam pembelajaran abad ke-21: penguatan pemahaman konseptual guru terhadap format dan tujuan soal-soal PISA, serta pengembangan keterampilan praktis dalam menyusun dan mengajarkan soal-soal berbasis kompetensi.
“Literasi dan numerasi bukan hanya soal menghitung atau membaca, tetapi bagaimana siswa bisa memecahkan masalah dunia nyata dengan berpikir kritis dan logis. Itulah esensi dari PISA, dan itu yang kami coba tanamkan kepada para guru,” ujar salah satu pemateri dari tim dosen Departemen Pendidikan Matematika FKIP USK.
Selama sesi pelatihan, guru-guru SMP Ulumul Quran dilatih untuk mengenali struktur dan karakteristik soal PISA, sekaligus didorong untuk menyusun soal-soal serupa yang sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya metode pembelajaran dan meningkatkan daya saing peserta didik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kegiatan ini membuka wawasan baru bagi kami. Kami jadi lebih memahami bahwa pembelajaran matematika dan membaca bisa dikemas dalam bentuk yang kontekstual dan menantang siswa berpikir kritis,” ungkap salah satu guru peserta pelatihan.
Kegiatan pengabdian ini menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan FKIP USK dalam penguatan mutu pendidikan di Aceh. Melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah seperti SMP Ulumul Quran Pidie Jaya, diharapkan transformasi pembelajaran berbasis kompetensi dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan.
